Bahkan, sesama ruh hanya berteman jika saling kenal atau bersahabat. Allah menciptakan ruh dan menciptakan sifat-sifat khusus untuk ruh tersebut. Di antara sifat ruh [jiwa] adalah dia tidak mau berkumpul dan bergaul dengan selain jenisnya, ruh orang-orang baik akan berkawan dengan sesamanya dan begitu pula ruh orang-orang jahat. Penelitian O’Meare (1989) seperti dituliskan oleh Bleske-Rechek et al., (2012) mengungkapkan empat tantangan dalam hubungan pertemanan lawan jenis: 1) menentukan tipe ikatan emosional, 2) menghadapi seksualitas dalam hubungan, 3) menampilkan hubungan sebagai pertemanan yang otentik ke lingkungan, 4) persamaan dalam konteks persamaan gender. Menurut dunia ini, apabila kita membentuk suatu hubungan atau persahabatan atas dasar untuk mencapai tujuan tertentu adalah sesuatu yang normal. Dalam hal bisnis, misalnya, seseorang bisa bersahabat dengan sangat baik dengan orang lain karena tujuan bisnis. Ketika tujuan bisnis itu tercapai, persahabatan tersebut pun lenyap. Sebagai makhluk sosial manusia kita dituntut untuk bisa menjalin hubungan (bersosialisasi) dengan manusia lainnya. Dalam melakukan sosialisasi tersebut tidak jarang kita berkenalan, berteman, bergaul atau bersahabat dengan orang lain yang berbeda suku bangsa, negara, nilai-nilai tradisi, pemikiran, latar belakang budaya, dll. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membina persahabatan agar awet dan lebih bermanfaat, diantaranya: Menghormati dan Menghargai, Kalau kita ingin bersahabat dengan seseorang, jangan pernah kita melihat latar belakang orang tersebut. Jangan pernah kita melihat dia dari golongan mana, suku mana, agama apa, dll. 1bEsC.

hidup berteman atau bersahabat tts